Partner office

Jumat, 06 April 2018


Numpukan Istimewa Bergotong Royong Membangun Masjid




Dusun Numpukan merupakan wajah Desa dari Desa Karangtengah Kecamatan Imogiri, Ketika memasuki Desa Wisata Karangtengah dari poros jalan utama, pasti pertama kali akan menjumpai Dusun Numpukan yang rindang penuh dengan pohon songgo langit menjulang keatas sehingga terlihat sangat asri rimbun ijo royo-royo, Kampung ini mempunyai sebutan Kampung Numpukan Istimewa. Hari Kamis pagi warga Dusun Numpukan khususnya masyarakat Islam berbondong-bondong menuju komplek masjid melaksanakan gotong royong membangun Masjid untuk Kantor sekretariat dan Aula Masjid Nurul Ummah Numpukan.

Ketua Pelaksana Panitia Pembangunan Maksum Hidayat memberikan keterangan pelaksanaan cor di Masjid Nurul Ummah Numpukan ini kelanjutan dari pembelian tanah yang di wakafkan untuk Masjid Nurul Ummah, dilanjutkan dengan pendirian gedung kantor sekretariat yang dimulai sejak bulan Januari sampai sekarang. Hari ini Kamis, 5 April 2018 dilaksanakan pengecoran lantai dua, dimulai sekitar jam 7 pagi sampai jam 2 siang. Kegiatan ini mendapat dukungan dari beberapa pihak khususnya masyarakat di Dusun Numpukan, semua warga masyarakat dapat terlibat menyumbangkan tenaga waktu dan harta bendanya. Mengucapkan terimakasih kepada masyarakat diluar numpukan yang ikut berpartisipasi penuh baik dari pikiran kemudian harta benda dan sebagainya.

“Semua ini saya ucapkan terimakasih semoga Allah memberikan yang lebih dan lebih bermanfaat serta menjadi amal jariyah bapak ibu warga Numpukan maupun dliuar Numpukan, kegiatan ini tentunya banyak melibatkan berbagai pihak dan juga ibu-ibu memberikan semangat shodaqoh memasak hidangan untuk makan siang, para pekerja pengecoran semuanya semangat, harapan kami selaku panitia pembangunan, ini  merupakan momentum yang dapat dijadikan sebagai ukhuwah islamiyyah untuk merekatkan persaudaraaan masyarakat umat islam khususnya di Numpukan maupun diluar Numpukan, dengan pembangunan nantinya memudahan masyarakat islam dalam beribadah” Maksum.

Maksum juga menyampaikan ini tantangan sebagai panitia dan takmir masjid yang didukung oleh remaja masjid. Perjuangan belum berakhir masih panjang bahkan hal demikian merupakan awal yang perlu ditindak lanjuti kedepan. Dengan pembangunan gedung ini harapan generasi selanjutnya lebih berkualitas ilmu agama dan imu pengetahuan lainnya, diucapkan terimakasih kepada semua pihak, “Kepada masyarakat bahwa pembangunan ini masih menerima uluran bantuan dari warga Numpukan sendiri maupun luar Numpukan pada umumnya, bantuan dari bapak ibu semua menjadi amal jariyah, semoga Allah memberikan ridho dan nantinya akan lebih bermanfaat” pungkasnya. (Muslim F. Atmaja)


Sowan Kiai, Membuahkan Pembangunan Masjid Nurul Ummah Numpukan

          
Maksum Hidayat selaku Takmir Masjid dan Ketua Panitia Pembangunan Masjid Nurul Ummah Numpukan Desa Karangtengah Imogiri, kamis 5 April 2018 menyampaikan selaku masyarakat Dusun Numpukan bersyukur kepada Allah SWT telah memberikan kenikmatan yang sangat besar sehingga warga masyarakat melaksanakan pengecoran dak lantai dua. Kronologi pembangunan tidak lepas dari keresahan takmir maupun remaja masjid, kegiatan keagamaan di Numpukan terkait dengan pengajian yang hadi masih diluar harapan, diprosentasi dari 225 kepala keluarga, hadir kurang lebih 50 sampai 75 orang. Menunjukan umat islam dalam melaksanakan peribadahan kolektif berjumlah 35 sampai 45 persen, data ini adalah partisipan pengajian diselenggarakan oleh takmir masjid setiap bulannya.

Berangkat dari itu Maksum Hidayat mengungkapkan bahwa remaja masjid menyampaikan permasalahan supaya masyarakat Numpukan bisa beribadah secara jamaah dengan jumlah yang banyak, berkaitan dengan ini meminta doa pangestu sowan kepada Kiai untuk dimintai pendapat saran bimbingan, di awali dari amaliahan doa yang dilaksanakan secara bersama-sama, dilanjutkan Kiai memberikan amaliah sholawat yang dilaksanakan secara berjamaah dilakukan oleh takmir masjid dan remaja, akhirnya doa dapat dilaksanakan dengan baik, dilanjutkan pada sesi khataman pinyuwunan Kiai bersedia memimpin rangkaian amaliahan.

Selang sekitar tiga minggu dengar secara tidak disengaja ada beebrapa orang memberikan informasi bahwa tanah disebelah Masjid Nurul Ummah akan dijual, oleh takmir masjid kabar ini ditangkap dilacak dan ditanyaakan kepada pemilik tanah, setelah dilacak benar tanah akan dijual, ditindak lanjuti takmir masjid dengan membentuk tim panitia pembelian tanah wakaf mempunyai tugas untuk merembuki dan menawar tanah yang akan dijual, beberapa kali tim pembelian tanah wakaf ini bersilaturrahmi menanyakan dan menawar tanah yang ada di sebelah masjid tersebut. Alhamdulillah kesepakan dapat diamini oleh kedua belah pihak antara pihak yang punya tanah maupuan panitia, diungkapkan oleh Maksum tambahnya.

Lanjut Maksum, ada kesepakatan harga tanah kemudian dibawa ke forum takmir masjid bahwa kesepakatan harga tanah disetujui oleh forum karena guna pelebaran tanah masjid. Menurut sertifikat luas tanah 424 m persegi. Harga permeter kurang lebih 600 ribu rupiah, ditotal membutuhkan dana 250 jutaan, panitia melelang tanah wakaf dibagi-bagi  dilelang menurut jumlah meter, Setengah meter ada 1 meter persegi ada 2 meter persegi ada,  10 meter persegi bahkan ada 50 meter persegi, dengan strategi ini dalam jangka waktu dua bulan panitia pelelangan tanah wakaf dapat merampungkan untuk melunasi. Setelah pembebasan tanah wakaf ini terakomodir oleh panitia pelelangan tanah, kemudian mandat dikembalikan lagi ke forum takmir masjid, pihak takmir masjid menyampaikan terimakasih.

Sesi selanjutnya membentuk panitia pembangunan masjid. Takmir Masjid memberikan modal kurang lebih 25 juta untuk mengawali pembangunan diatas tanah wakaf, penuh semangat panitia menyelenggarakan rapat bersama takmir untuk menentukan bangunan yang akan dibuat, dalam rapat disepakati bangunan 2 lantai dengan ukuran 7 m x 14 meter, menunjuk ahli teknik sipil atas nama Subagio untuk menyusun rencana anggaran belanja bangunan untyuuk mempermudah pelaksanaan tahap berikutnya. Panitia membuat proposal donatur ditujukan kepada warga Numpukan maupun luar Dusun Numpukan. Masyarakat melaksanakan kegiatan kerja bakti, dilaksanakan menurut jadwal setiap kelompok RT, diipelopori Ketua RT masing-masing melaksanakan tugas setiap harinya. Pembangunan di awali sejak bulan januari sampai awal april ini dan seterusnya sampai selesai. Masyarakat semakin simpati terhadap program tujuan panitia dalam membangun, sehingga dalam kegiatan ini panitia menerima sumbangan baik itu berupa uang maupun material untuk disalurkan demi memperlancar pembangunan Masjid Nurul Ummah Numpukan. (Muslim F. Atmaja)

Kamis, 15 Desember 2016

ARTIKEL MANGKUPRABA IV

Segmenting, Targeting Dan Positioning

Strategi pemasaran modern STP (Segmenting, Targeting, Positioning) yaitu segmentasi pasar, penetapan pasar sasaran dan penetapan posisi pasar, seperti yang dijelaskan (Kotler, 1995 : 315).

SEGMENTASI (SEGMENTING)

Segmentasi adalah Menentukan target dari suatu kelompok pelanggan yang memiliki kebutuhan dan keinginan yang serupa
Tujuan segmentasi pasar adalah membuat para pemasar mampu menyelesaikan bauran pemasaran untuk memenuhi kebutuhan satu atau lebih segmen pasar tertentu.
Segmentasi pasar merupakan suatu aktivitas membagi atau mengelompokkan pasar yang heterogen menjadi pasar yang homogen atau memiliki kesamaan dalam hal minat, daya beli, geografi, perilaku pembelian maupun gaya hidup. Kotler (2003) menyatakan: “Market segmentation is the process of breaking a heterogeneous group of potential buyer into smaller homogeneous groups of buyer, that is with relatively similar buying characteristics or needs”. Selanjutnya Thompson (2000) menyatakan bahwa tantangan dalam pemasaran adalah untuk mengidentifikasi pasar potensial yang menguntungkan untuk dilayani karena jarang sekali satu program pemasaran dapat memuaskan pasar yang heterogen yang berbeda selera dan karakteristik untuk itu diperlukan segmentasi pasar. Sementara itu Kotler, Kartajaya, Huan dan Liu (2003) menyatakan bahwa segmentasi adalah melihat pasar secara kreatif, segmentasi merupakan seni mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang-peluang yang muncul di pasar. Pada saat yang sama segmentasi merupakan ilmu (science) untuk memandang pasar berdasarkan variabel geografis, demografis, psikografis dan perilaku.
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa segmentasi memiliki peran penting dalam sebuah perusahaan. Segmentasi tersebut memiliki peran penting karena beberapa alasan; pertama, segmentasi memungkinkan perusahaan untuk lebih fokus dalam mengalokasikan sumber daya. Dengan membagi pasar menjadi segmen-segmen akan memberikan gambaran bagi perusahaan untuk menetapkan segmen mana yang akan dilayani. Selain itu segmentasi memungkinkan perusahaan mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai peta kompetisi serta menentukan posisi pasar perusahaan (Kotler, Kartajaya, Huan dan liu, 2003). Kedua, segmentasi merupakan dasar untuk menentukan komponen-komponen strategi. Segmentasi yang disertai dengan pemilihan target market akan memberikan acuan dalam penentuan positioning. Ketiga, segmentasi merupakan faktor kunci untuk mengalahkan pesaing, dengan memandang pasar dari sudut yang unik dan cara yang berbeda dari yang dilakukan pesaing.

Tingkatan Segmentasi Pasar

Segmentasi pasar dimulai dari mengidentifikasi mass market (pemasaran massal) (Thomson, 2000). Mass market ini terlalu beragam dan sulit untuk menetapkan target market dengan program pemasaran tunggal, dengan demikian pasar tersebut perlu disegmen menjadi kelompok-kelompok yang homogen. Starting point dari segmentasi adalah mass marketing. Didalam mass marketing program pemasaran dilakukan secara massal seperti distribusi massal, promosi massal dan lainnya atau dengan kata lain satu produk untuk semua. Akan tetapi mass marketing tidak selalu sukses dalam melayani pasarnya karena satu program pemasaran tidak bisa melayani pasar yang heterogen sehingga pelu dilakukan segmentasi, niche marketing (relung pasar) dan pasar individu (Kotler, 2003).
Segmentasi pasar terdiri dari usaha untuk mengidentifikasi sebuah kelompok menjadi sebuah kelompok yang memiliki kesamaan. Segmentasi merupakan cara tengah antara mass marketing dengan individu. Dalam segmentasi pasar orang yang berada dalam satu segmen diasumsikan benar-benar memiliki persamaan, padahal tidak ada dua orang yang benar-benar memiliki persamaan dalam suatu hal (Kotler, 2003). Dengan demikian segmentasi pasar memiliki beberapa keuntungan dibandingkan mass market antara lain perusahaan dapat menciptakan produk dan layanan yang cocok atau sesuai dengan target market. Perusahaan juga akan lebih mudah dalam menetapkan canel distribusi dan dalam menetapkan komunikasi pemasaran. Pada niche marketing lebih fokus terhadap ceruk-ceruk pasar yang belum dilayani dengan baik. Hal ini dilakukan dengan mengidentifikasi segmen yang sudah ada menjadi sub segmen yang lebih kecil. Dengan adanya niche market perusahaan dapat memahami konsumen dengan baik. Ciri menarik dari niche market adalah konsumen pada niche market mempunyai kebutuhan yang kuat, konsumen ini mau membayar dengan harga yang premium kepada perusahaan yang dapat memuaskan mereka dengan baik. Nice market memiliki pertumbuhan yang potensial dan profitable sehingga perusahaan dapat melayani segmen ini. Sementara itu pada pasar individu merupakan bagian terakhir dalam segmen, setiap individu memiliki keunikan masing-masing. Pasar individu dikenal juga dengan customize marketing atau one to one marketing dimana konsumen dilayani secara individu. Perusahaan dapat melayani pasar individu secara customize sehingga dapat memenuhi kebutuhan konsumen seperti yang mereka harapkan.

Pola Segmentasi Pasar

Untuk mengidentifikasai preferensi segmen ada tiga pola segmentasi pasar yang dapat digunakan (Kotler,2003). Pola tersebut adalah:
  1. Homogeneus preference (preferensi homogen)Homogeneus preference merupakan pola yang menunjukkan bahwa konsumen memiliki preferensi yang sama terhadap produk atau jasa yang ditawarkan.
  2. Diffused preference (preferensi yang menyebar)Diffused preference merupakan pola yang menunjukkan bahwa konsumen memiliki preferensi yang beragam terhadap suatu produk atau jasa yang ditawarkan
  3. Clustered preference (preferensi yang mengelompok)Clustered preference merupakan pola yang menunjukkan bahwa konsumen memiliki preferensi yang berkelompok-kelompok. Dimana konsumen yang berada dalam satu kelompok memiliki kesamaan preferensi.

Prosedur dan Proses Segmentasi Pasar

Ada tiga tahap yang harus dilakukan dalam segmentasi pasar (Kotler,2003) yaitu:
  1. Survey Stage merupakan tahap melakukan eksplorasi baik melalui focus group discussion atau dengan wawancara terhadap beberapa kelompok konsumen untuk memperoleh keterangan mengenai motivasi, sikap dan perilaku konsumen.
  2. Analysis Stage merupakan tahap analisis terhadap informasi yang telah diperoleh melalui survey. Analisis dapat dilakukan dengan menerapkan analisis faktor untuk menelaah variabel-variabel mana yang berkolerasi tinggi kemudian menerapkan analisis cluster untuk menciptakan atau mengetahui kelompok-kelompok pasar yang secara signifikan memiliki perbedaan karakteristik.
  3. Profiling Stage merupakan tahap untuk mengidentifikasi frofil masing-masing cluster yang terbentuk. Dengan ini akan teridentifikasi perbedaan masing-masing cluster berdasarkan sikap dan perilaku, demografi, psikografi, manfaat atau value.

Dasar Segmentasi

Dalam menetapkan dasar segmentasi Kotler (2003) ada dua cara yang dapat dilakukan, yaitu pertama, consumen characteristic (karakteristik konsumen) yang merupakan variabel utama dalam segmentasi yang terdiri dari :
  1. Segmentasi Geografi. Pada segmentasi georafi pengelompokan dilakukan berdasarkan faktor geografinya, seperti berdasarkan daerah asal atau tempat tinggal konsumen.
  2. Demografi SegmentasiPada segementasi demografi pengelompokan dilakukan berdasarkan variabel usia, jenis kelamin dan pekerjaan konsumen.
  3. Psychographic segmentationPada Psychographic segmentation pengelompokan didasarkan pada karakteristik setiap konsumen, seperti motivasi, kepribadian, persepsi, interest, minat dan sikap.
Kedua yaitu, consumer responses (respon konsumen) yang terdiri dari Benefit segmentation (segmentasi manfaat) yaitu pengelompokan yang di dasarkan kepada manfaat yang diharapkan konsumen dari suatu produk atau jasa, use occasion (saat pemakaian) dan Brand atau merek. Dengan ini konsumen akan dikelompokkan berdasarkan respon mereka terhadap produk atau jasa, seperti ada konsumen yang mementingkan kualitas dan ada konsumen yang mementingkan harga yang murah.
Sementara itu Kotler, Kartajaya, Huan dan Liu (2003) mengelompokkan pendekatan dalam melakukan segmentasi pasar menjadi tiga, yaitu :
  1. Static Atribut Segmentation. Static Atribut Segmentation mengelompokkan pasar berdasarkan atribut-atribut statis yang serupa, yang tidak selalu mencerminkan perilaku pembelian atau penggunaan dan tidak secara langsung mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli. Jenis atribut ini mencakup variabel geografi dan demografi.
  2. Dynamic Atribut SegmentationDynamic Atribut Segmentation mengelompokkan pasar berdasarkan atribut dinamis yang serupa, atau atribut-atribut yang mencerminkan karakteristik konsumen. Atribut ini mencakup variabel psikografis dan behavioral.
  3. Individual Segmentation. Individual Segmentation mengelompokkan pasar atas unit terkecil atau individu.

Menentukan Dasar Segmentasi

Dalam menentukan dasar segmentasi yang akan digunakan dapat disesuaikan dengan kondisi yang paling relevan. Sebagaimana diketahui konsumen berbeda dalam banyak hal dan masing – masing berpotensi membentuk segmen, namun kenyataan tidak semua variabel ini akan bermanfaat untuk semua situasi. Dengan demikian perlu kehati-hatian dalam memilih variabel segmentasi agar sesuai dengan perusahaan. Agar strategi segmentasi tersebut tepat perusahaan harus pertama, memandang pasar dari sudut yang unik dan dengan cara yang berbeda dari yang dilakukan pesaing. Kedua metode segmentasi yang digunakan harus sejauh mungkin mencerminkan perilaku pembelian atau penggunaan serta menentukan alasan pelanggan untuk membeli. Karena alasan inilah dynamic atribut segmentation lebih unggul dibandingkan static atribut segmentation, sebab atribut ini lebih mengarah kepada perilaku pembelian, metode ini dapat memberikan informasi yang berharga bagi perumusan strategi pemasaran yang cocok untuk mempengaruhi perilaku konsumen tersebut (Kotler, Kartajaya, Huan dan Liu,2003).
Segmentasi geografis dan demografis lebih mudah dilakukan, karena data yang akurat dan tepat sudah tersedia. Namun metode ini tidak memberikan gambaran yang yang jelas tentang bagaimana konsumen memilih dan membeli suatu produk. Sehingga akan sulit untuk membangun strategi yang lengkap yang menyertakan perumusan positioning, marketing mix, penjualan, pelayanan, proses dan membangun brand dengan keakuratan yang baik.

Syarat Segmentasi Yang Efektif

Dalam melakukan segmentasi perusahaan perlu memperhatikan efektifitas segmentasi tersebut. Syarat segmentasi yang efektif adalah (Kotler,2003):
  1. Measurable (terukur)Measurable berarti segmen pasar harus dapat membantu perusahaan dalam mengukur potensi pasar, daya beli konsumen serta ukuran alokasi sumberdaya.
  2. Substansial (banyak). Substansial berarti segmen tersebut harus besar dan profitable untuk dilayani.
  3. Accessible (dapat diakses). Accessible berarti segmen tersebut harus mudah dijangkau untuk dilayani.
  4. Differentiable (dapat dibedakan). Differentiabel berarti segmen tersebut dapat dibedakan dengan jelas.
  5. Actionable (dapat dilayani)Actionable berarti segmen tersebut dapat dijangkau atau dilayani dengan sumber daya yang dimiliki perusahaan.

Manfaat Segmentasi

Secara umum segmentasi bermanfaat untuk meningkatkan posisi kompetisi perusahaan dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada konsumen (Weinstein, 1994 dalam Ariwibowo, 2003,). Lebih lanjut Weinstein (1994) mengemukan secara terperinci tentang 4 manfaat segmentasi, yaitu:
  1. Designing responsive products to meet the needs of the marketplace.Melalui penelitian preferensi konsumen, perusahaan berjalan ke arah penyelesaian konsep marketing yaitu kepuasan konsumen yang akan membawa keuntungan. Perusahaan menempatkan konsumen sebagai yang utama, kemudian mendisain dan menyeleksi produk untuk kepuasan konsumen.
  2. Determining effective and cost efficient promosional strategies.Segmentasi sebagai alat perencanaan merupakan alat identifikasi dan analisa yang berharga untuk mengembangkan communication mix, sehingga dapat dipilih alat promosi yang sesuai untuk menargetkan pada media yang tepat.
  3. Evaluating market competition in partikular the companys market position. Riset segmentasi menyediakan a competitive intelegence mechanism untuk mengakses dan membandingkan perusahaan agar sesuai dengan standar.
  4. Providing insight on present marketing strategies. Segmentasi sangat penting untuk melakukan evaluasi secara periodik terhadap marketing strategi perusahaan saat ini dengan cara memanfaatkan peluang baru dan menghindarkan dari adanya potensi terhadap ancaman.

TARGET MARKET (TARGETING)

Setelah perusahaan mengidentifikasi peluang segmen pasar, selanjutnya adalah mengevaluasi beragam segmen tersebut untuk memutuskan segmen mana yang menjadi target market. Dalam mengevaluasi segmen pasar yang berbeda perusahaan harus melihat dua faktor yaitu daya tarik pasar secara keseluruhan serta tujuan dan resource perusahaan (Kotler, 2003). Perusahaan harus melihat apakah suatu segmen potensial memiliki karakteristik yang secara umum menarik seperti ukuran, pertumbuhan, profitabilitas, skala ekonomi, resiko yang rendah dan lain-lain. Perusahan juga perlu mempertimbangkan apakah berinvestasi dalam segmen tersebut masuk akal dengan mempertimbangkan tujuan dan sumber daya perusahaan.
Pengertian dari targeting itu sendiri merupakan sebuah sasaran, siapa yang dituju. Dalam menentukan targeting maka dilakukan beberapa survey untuk dapat mengetahui keadaan pasar nantinya, agar ketika proses pemasaran tidak salah sasaran.
Selanjutnya Kotler, Kartajaya, Huan dan Liu (2003) menyatakan ada tiga kriteria yang harus dipenuhi perusahaan pada saat mengevaluasi dan menentukan segmen mana yang akan dijadikan target. Pertama, perusahaan harus memastikan bahwa segmen pasar yang dibidik itu cukup besar dan akan cukup menguntungkan bagi perusahaan. Perusahaan dapat saja memilih segmen yang kecil pada saat sekarang namun segmen itu mempunyai prospek menguntungkan dimasa datang. Sehubungan dengan hal ini perusahaan harus menelaah kompetisi yang ada di sektor tersebut dan potensinya untuk tumbuh karena akan berkaitan juga dengan ukuran dan pertumbuhan target segmen perusahaan. Kedua adalah bahwa strategi targeting itu harus didasarkan pada keunggulan kompetitif perusahaan yang bersangkutan. Keunggulan kompetitif merupakan cara untuk mengukur apakah perusahaan memiliki kekuatan dan keahlian yang memadai untuk menguasai segmen pasar yang dipilih sehingga memberikan value bagi konsumen. Untuk menghasilkan value yang unggul tidak cukup hanya memiliki sumber daya yang memadai tetapi harus didukung dengan kapabilitas, kompetensi inti, dan keunggulan kompetitif untuk melaksanakan diferensiasi yang ditujukan untuk memenangkan kompetisi tersebut. Perusahaan juga harus menganalisis dari dekat apakah segmen pasar yang dipilih telah sejalan dan mendukung tujuan jangka panjang perusahaan. Ketiga adalah bahwa segmen pasar yang dibidik harus didasarkan pada situasi persaingannya. Perusahaan harus mempertimbangkan situasi persaingan yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi daya tarik targeting perusahaan. Beberapa faktor yang dipertimbangkan disini antara lain intensitas persaingan segmen, potensi masuknya pemain baru, hambatan masuk industri, keberadaan produk-produk pengganti, kehadiran produk-produk komplementer serta pertumbuhan kekuatan tawar menawar pembeli maupun pemasok.
Dengan menggunakan beberapa kriteria diatas perusahaan dapat menemukan kesesuaian perusahaan dengan segmen pasar yang tepat.

Menentukan Target Market

Dalam menetapkan target market perusahaan dapat mempertimbangkan lima pola, dapat dijelaskan sebagai Berikut :

1. Single Segment Concentration. 
Single Segment Concentration maksudnya adalah perusahaan dapat memilih satu segmen saja. Perusahaan lebih bisa mencapai posisi yang kuat disatu segmen, dengan pengetahuan yang baik terhadap kebutuhan segmen sehingga bisa diperoleh keuntungan. Namun, konsentrasi di satu segmen mempunyai potensi resiko yang cukup besar, sehingga alasan inilah yang mendasari perusahaan untuk memilih lebih dari satu segmen.

2. Selective Specialization.
Selective Specialization maksudnya adalah perusahaan menyeleksi beberapa segmen. Segmen yang dipilih mungkin tidak saling berhubungan atau membentuk sinergi, tetapi masing – masing segmen menjanjikan uang. Strategi ini lebih dipilih oleh perusahaan untuk menghindari kerugian, walaupun salah satu segmennya tidak produktif, tetapi perusahaan tetap memperoleh pendapatan dari segmen yang lain.

3. Product Specialization.
Product Specialization maksudnya perusahaan berkonsentrasi membuat produk khusus atau tertentu. Melalui cara ini, perusahaan membangun reputasi yang kuat di produk yang spesifik. Namun resikonya tetap ada, yaitu apabila terjadi kekurangan bahan untuk pembuatan produknya atau keterlambatan melakukan perubahan teknologi.

4. Market Specialization. 
Market Specialization maksudnya adalah perusahaan berkonsentrasi melayani berbagai kebutuhan dalam kelompok tertentu. Perusahaan memperoleh reputasi yang kuat dan menjadi channel untuk semua produk baru yang dibutuhkan dan dipergunakan oleh kelompok tersebut. Resiko akan kerugian akan timbul apabila kelompok tadi mengurangi pembelian atau kebutuhannya.

5. Full Market Coverage. 
Full Market Coverage maksudnya adalah perusahaan berusaha melayani semua kelompok dengan produk yang dibutuhkan. Namun, hanya perusahaan besar yang bisa melakukannya. Untuk menciptakan kepuasan konsumen, pemasar dapat melakukan diferensiasi dan menghasilkan lebih banyak penjualan daripada tidak melakukan diferensiasi, namun diferensiasi dapat meningkatkan biaya perusahaan. Secara umum, hal ini tetap akan bermanfaat khususnya apabila dikaitkan dengan strategy profitability, namun demikian perusahaan sebaiknya berhati – hati agar tidak terjadi over segmenting. Biaya yang diperkirakan adalah Product modification cost, manufacturing cost, administrative cost, inventory cost, dan promotion cost.

Selain itu ada pertimbangan tambahan yang perlu diperhatikan perusahaan dalam mengevaluasi dan memilih segmen yaitu (Kotler, 2003):

1.Pilihan etika atas pasar sasaran. 
Dalam menetapkan target market perusahaan hendaknya tidak menimbulkan pertentangan, seperti mngambil keuntungan dari kelompok yang rapuh seperti anak-anak atau mempromosikan produk yang berbahaya. Karena dalam pasar sasaran masalahnya bukanlah siapa yang dipilih sebagai target tapi bagaimana dan untuk apa. Pasar yang memiliki tanggungjawab sosial mengharuskan segmentasi dan target pasar yang melayani tidak hanya untuk kepentingan industri saja tetapi juga kepentingan mereka yang dijadikan sasaran.

2.Interelasi dan segmen super.
Segmen super adalah sekumpulan segmen yang memiliki kesamaan yang dapat dieksploitasi, sehingga perusahaan akan bijaksana jika memilih segmen super daripada segmen di dalam segmen super karena perusahaan tidak memiliki keunggulan kompetitif terhadap industri-industri yang telah berada dalam segmen super.

3.Rencana serangan segmen per segmen.
Pesaing tidak boleh tahu segmen mana yang dituju oleh perusahaan. Jika diketahui maka perusahaan harus mencari jalan keluar untuk menerobos yakni dengan cara menyerang pasar tertutup dengan pendekatan mega marketing artinya koordinasi strategis keahlian ekonomi, psikologis, politik dan hubungan masyarakat untuk memasuki atau beroperasi dalam pasar tertentu.

4.Kerjasama antar segmen. 
Cara terbaik untuk mengelola segmen adalah kerjasama antara SDM di dalam perusahaan untuk membangun bisnis segmen perusahaan.

PENETAPAN POSISI PASAR (POSITIONING)

Positioning adalah image atau citra yang terbentuk di benak seorang konsumen dari sebuah nama perusahaan atau produk. Posititioning adalah bagaimana sebuah produk dimata konsumen yang membedakannya dengan produk pesaing. Dalam hal ini termasuk brand image, manfaat yang dijanjikan serta competitive advantage. Inilah alasan kenapa konsumen memilih produk suatu perusahaan bukan produk pesaing. Seperti halnya diungkapkan Milton M. Presley et al dalam Advertising procedure:
“Positioning product is the place your product occupies in consumers’ minds relative to competing products. Think brand image, benefit promise, and competitive advantage. It’s how you plan to compete in the marketplace. It’s the reasons customers should buy your product, and not the competitors”.
Sementara itu Fanggidae, 2006, menyatakan positioning adalah suatu strategi dalam kegiatan pemasaran yang bertujuan untuk menciptakan perbedaan (differents), keuntungan (advantages), manfaat (benefit) yang membuat konsumen selalu ingat dengan suatu produk. Dengan kata lain sebagai usaha menempatkan sesuatu dalam pikiran orang dengan terlebih dahulu memberikan informasi tentang segala sesuatu seperti fasilitas, program yang diberikan, dosen yang dimiliki dengan cara penyuguhan kualitas pelayanan dan bagaimana mempresentasikannya.
Selanjutnya Kotler, Kartajaya, Huan dan liu, 2003 menyatakan positioning sebagai ”the strategy for leading your cutomers credibly” yaitu suatu strategi untuk membangun kepercayaan, keyakinan dan kompetensi bagi konsumen. Positioning adalah mengenai bagaimana perusahaan mendapatkan kepercayaan pelanggan untuk dengan sukarela mengikuti perusahaan.
Selanjutnya Yoram Wind, dalam Kotler et all 2003 menyatakan positioning sebagai reason for being yaitu bagaimana mendefinisikan identitas dan kepribadian perusahaan di benak konsumen. Perusahaan harus mempunyai kredibilitas di benak konsumen untuk itu konsumen perlu dibimbing. Positioning tidak sekedar membujuk dan menciptakan citra dalam benak pelanggan, tetapi juga bagaimana merebut kepercayaan pelanggan. Positioning menyangkut menciptakan being dalam benak konsumen dan membimbing mereka dengan penuh kredibilitas. Selanjutnya positioning merupakan sebuah janji yang dibuat perusahaan kepada konsumen. Janji tersebut harus ditepati dan kemampuan perusahaan untuk menepati janji merupakan bagian yang vital dan strategi. Karena alasan inilah, positioning yang tepat merupakan hal yang krusial bagi keberhasilan akhir perusahaan.

Cara Menentukan Positioning

Dalam menentukan positioning ada empat tahap yaitu: identifikasi target, menentukan frame of reference pelanggan (siapa diri), merumuskan point of differentiation — Mengapa konsumen memilih perusahaan, menetapkan keunggulan kompetitif produk — bisa dinikmati sebagai sesuatu yang beda (Kotler, 2003).
Sementara itu Kotler, Kartajaya, Huan dan Liu, 2003 menyatakan ada empat kriteria yang dapat dilakukan perusahaan untuk menentukan positioning. Pertama adalah kajian terhadap konsumen (cutomer). Disini positioning harus mendeskripsikan value bagi konsumen karena positioning mendeskripsikan value yang unggul. Selain itu positiong merupakan penentu penting bagi konsumen pada saat memutuskan untuk membeli. Kriteria kedua didasarkan atas kajian pada kapabilitas perusahaan (company). Disini positioning harus mencerminkan kekuatan dan keunggulan kompetitif perusahaan. Seperti lokasi yang strategis. Kriteria ketiga didasarkan atas kajian pada pesaing (competitor). Disini positioning harus bersifat unik, sehingga dengan mudah dapat mendiferensiasikan diri dari para pesaing. Kriteria keempat didasarkan atas kajian terhadap perubahan yang terjadi dalam lingkungan bisnis (change). Dikatakan bahwa positioning harus berkelanjutan dan selalu relevan dengan berbagai perubahan lingkungan bisnis. Positioning pada hakikatnya adalah menanamkan sebuah persepsi, identitas dan kepribadian di dalam benak konsumen. Untuk itu agar positioning kuat maka perusahaan harus selalu konsisten dan tidak berubah. Karena persepsi, identitas dan kepribadian yang terus menerus berubah akan menimbulkan kebingungan di benak konsumen dan pemahaman mereka akan tawaran perusahaan akan kehilangan fokus.
Dalam menetapkan penentuan positioning perusahaan dapat memperhatikan faktor-faktor di bawah ini sebagai basis atau landasan penentuan positioning:
  1. Proposisi nilai dan manfaat yang dapat diberikan perusahaan
  2. Capaian yang telah dihasilkan perusahaan
  3. Segmen pasar dan pelanggan yang ditargetkan
  4. Atribut yang jadi keunggulan produk dan merk perusahaan
  5. Bisnis baru yang dimasuki
  6. Originalitas dan posisi sebagai perusahaan atau merk baru di pasar
Dalam mengkomunikasikan positioning sebuah produk perusahaan harus memperhatikan faktor-faktor di bawah ini:
1. Be creative
Be craetif maksudnya adalah bahwa perusahaan harus kreatif untuk mencuri perhatian konsumen atau target market.
2. Simplicity 
Simplicity maksudnya adalah komunikasi yang disampaikan harus sesederhana dan sejelas mungkin
3.Consistent yet flexible
Consistent yet flexible maksudnya adalah perusahaan harus konsisten dan melihat kondisi.
4.Own, dominate, protect
Own, dominate, protect maksudnya adalah dalam komunikasi perusahaan harus memiliki satu atau beberapa kata ampuh di benak pelanggan
5.User their language 
User their language maksudnya adalah dalam mengkomunikasikan positioning perusahaan harus menggunakan bahasa pelanggan.

sumber:http://andripurnama.awand.co.id/index.php/marketing-management/59-stp.html

Kamis, 24 November 2016

ARTIKEL MANGKUPRABA III

Mebangun Pola Kaderisasi PMII Hasyim Asy’ari UNY
Oleh Muslim Fidia Atmaja


Pola Pengkaderan sangat penting dalam proses kaderisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Hasyim Asy’ari UNY, mengingat perjuangan jangka pendek terlebih jangka panjangnya. Seperti namanya “pergerakan” tanpa adanya kaderisasi yang baik tidak akan ada akibat yang baik dan dinamis pula dalam sistem organisasinya.
Tidak hanya skala mikro sebatas dalam organisasi, mengingat ngendikanipun Bung Hatta pernah bertutur mengenai kaderisasi, “Bahwa kaderisasi sama artinya dengan menanam bibit. Untuk menghasilkan pemimpin bangsa di masa depan, pemimpin pada masanya harus menanam!”. Proses kaderisasi yang baik di lingkungan PMII Hasyim Asy’ari akan mempengaruhi kebaikan perkembangan bangsa, secara Kampus UNY mengunggulkan dalam kontek pendidikan yang akan mempengaruhi supply perkembangan ideologi suatu negara dengan sistem pendidikan tersebut.
Dikutip dari berita nu.or.id yang ditulis Eko ketua PMII UNILA bahwa Dalam kaderisasi ada dua ikon penting yaitu :
1. Pelaku Kaderisasi (subyek)
2. Sususnan Kaderisasi (obyek)
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) fungsi dasarnya adalah kaderisasi, sesuai dengan tugas PMII “terbentuknya pribadi muslim yang bertakwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, cakap dan bertanggungjawab, mengamalkan ilmunya dan komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia (Tujuan PMII, Pasal 4 AD/ART).
Pola kaderisai PMII memiliki karakter dan karakteristik yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi lingkungan dan situasi karakter mahasiswa pada jenis lembaga serta fakultas tertentu. Oleh karena itu pemahaman tentang teritorial PMII sangat perlu untuk ditanamkan. Berangkat dari pemahaman tersebut, pengurus komisariat maupun pengurus rayon memiliki kultur dan tantangan yang lebih kompleks dibandingkan dengan yang ada pada kampus-kampus yang berlatar belakang Islam.
Keberagaman latar belakang kultur mahasiswa di kampus umum serta padatnya waktu kuliah menjadi tantangan yang berat bagi PMII kampus umum. Untuk itu diperlukan formulasi kaderisasi yang matang agar tetap mampu bertahan di tengah kondisi kampus yang heterogen. Banyak jumlah kajian keilmuan di kampus umum dengan berbagai fakultas yang mempelajari disiplin ilmu dapat dijadikan modal untuk memaksimalkan pengembangan potensi kader sesuai dengan budaya masing-masing. Melalui pengembangan potensi tersebut makan akan tercipta kader-kader PMII yang layak dan kondusif untuk di tempatkan pada lini-lini yang terdapat di tiap lembaga kampus.
Dalam segi internal PMII, problem yang menjadi penyebab kurang hafalnya suatu kaderisasi adalah tidak adanya ruang sebagai media aktualisai bagi anggota maupun kader yang telah demisioner sebagai pengurus PMII sehingga tidak ada sinergitas bagi mereka terhadap fungsi kaderisasi. Perlu adanya ruang untuk meyakinkan para pengurus demosioner agar tidak lepas peran dan fungsi terhadap kaderisasi.
Penanaman nilai-nilai keislaman dan pemahaman ke-PMII-an harus disesuaikan dengan proses melalui ruang kaderisasi nonformal dan ruang kultural yang ada agar nilai dan pemahaman tersebut dapat disampaikan baik secara tekstual ataupun nontekstual. Kaderisasi nonformal bertujuan untuk membekali kader dengan pengetahuan dan keterampilan spesifik yang dibutuhkan oleh kader, maka output yang dihasilkan pada ruang kaderisasi ini terhadap pemahaman ke-PMII-an adalah meluluskan kader-kader yang ulil albab. Dalam pemahaman nilai-nilai keislaman, yang kultural yang ada merupakan pusat produksi ASWAJA sebagai manhaj al-fiqr PMII. Ruang kultur sangatlah penting mengingat kampus umum sangat kering keagamaannya.
Menyalurkan kaderisasi tentu butuh yang namanya “ritual” agar tercipta sebuah kesinambungan gerakan. Selain itu perlu adanya inovasi dan kreativitas dalam berpikir menjalankan kaderisasi agar kaderisasi yang dilakukan tepat sasaran. Tujuan lebih kepada aspek kuantitas contohnya sebelum melakukan Mapaba perlu adanya sebuah kegiatan pra-Mapaba yang bertujuan untuk pendalaman emosial dan pengenalan PMII kepada sasaran biasanya mahasiswa baru.
Kader yang sudah alumni tentunya perlu pemetaan dan pendataan yang di databasekan walaupun tersebar di berbagai pelosok nusantara maupun global, baik sebagai pejabat, pengusaha, politisi, akademisi dan sebagainya. Karena itu memberingan potensi penunjang proses pengkaderan asalkan ada sinergisitas dari berbagai hubungan tersebut.
PMII HA era sekarang ini juga diharuskan kreatif untuk menghindarkan kejenuhan dan monoton dalam pergerakan yaitu penyebabnya adalah perumusan formula kaderisasi yang belum tepat sasaran, kalau tidak hati-hati akan berdampak pada vakumnya PMII HA. Dengan cara menghargai dinamika untuk diharmonisasikan dengan puncak kejayaan-kejayaan PMII di masa sebelumnya.
Dapat dipahami bahwa kaderisasi memiliki tugas atau tujuan sebagai proses humanisasi atau pemanusiaan/memanusiakan. Manusia yang bertakwa kepada Allah SWT, manusia yang beriman, manusia yang selalu mengingat Allah SWT di setiap saat, manusia yang setia dengan janji Allah SWT dan tidak melanggar perjanjian dengan-Nya, manusia yang mengambil pelajaran dari sejarah umat manusia, perjalanan alam semesta dan dari ayat-ayat-Nya sehingga dapat melaksanakan tujuan PMII.
Sebaga point akhir bahwa kaderisasi dilingkungan PMII HA harus terus meningkat secara kualitas maupun kuantitas dan selau bersinergis dengan berbagai pihak yang dapat memajukan termasuk adanya wadah yang menciptakan alumni menghargai kader dan kader menghormati alumni, dengan cara perekrutan kader sebanyak-banyaknya kemudian terjadinya harmonisasi sahabat yang akan membentuk dinamika dan dialektika sehingga terjadilah pemikiran-pemikiran merdeka yang akan memperbaiki terus menerus kaderisasi PMII HA yang didasarkan pada tataran sosialitas tinggi demi terwujudnya bangsa yang paripurna. (mfa)





Minggu, 25 September 2016

BERITA FPRB DESA KARANGTENGAH II

FPRB Desa Karangtengah Imogiri Bergotong Royong Sambut Kedatangan Menteri Desa


Karangtengah, Mangkupraba Online. Agenda Kerjabakti Gotongroyong telah diadakan Tim Forum Pengurangan Resiko Bencana Desa Karangtengah atau yang lebih dikenal dengan sebutan FPRB Desa Karangtengah. Pelaksanaan ini atas dasar mandat dari Kasi Pemerintahan Desa Karangtengah yang kemudian diteruskan oleh pengurus FPRB sebagai agenda program kerjanya.

Rombongan Tim FPRB Desa karangtengah pukul 08.00 pagi Minggu, 25/09/16 sudah bersiap disepanjang jalan bulak Dusun Numpukan yang merupakan kampung pertama ketika berkunjung di Desa Karangtengah arah dari Ibu Kota kecamatan Imogiri. Giat kerjabakti ini berlangsung dari pagi hingga siang hari dibawah cuaca yang sangat mendukung.

Kegiatan ini difokuskan disepanjang jalan mulai dari gapura selamat datang Desa Wisata Karangtengah, meliputi pembersihan sampah, perapian pohon cemara yang berjajar di setiap pinggir jalan, pembersihan coretan vandalisme yang mengotori gapura Desa. “Alhamdulillah bersyukur untuk acara hari ini, dan kotoran yang ada di gapura ini harus dibersihkan karena ini adalah wajah dusun maupun wajah Desa Karangtengah” komentar dari Dukuh Numpukan Anwar Raharja.

“Kepada seluruh anggota dan pengurus FPRB Desa Karangtengah diucapkan terimakasih atas pelaksanaan pada kesempatan kerjabakti gotongroyong dalam rangka menyambut kedatangan Menteri Desa yang akan hadir di Desa Karangtengah besok hari minggu, 29 September 2016, atas pelaksanaan ini semoga Allah Ta’ala selalu melindungi kita semuanya dan memberikan pahala yang setimpal kepada kita semua, Jayalah FPRB Desa Karangtengah!” disampaikan oleh Bandi Ketua FPRB Desa Karangtengah. (Muslim Atmaja)

BERITA FPRB DESA KARANGTENGAH I

FPRB Desa Karangtengah Siap Kritikan dan Kembangkan Bukit Hijau karangtengah



Karangtengah, Mangkupraba Online. Pembekalan dan pembentukan pengurus FPRB Desa Karangtengah telah dilaksanakan Rabu, 3/6/16. Pembentukan pengurus dilakukan setelah pembekalan selesai yang dipandu oleh Haryanto Ketua BPD Desa Karangtengah. Pengurus terbentuk yang diketuai oleh Bandi asal dari Warga Dusun Numpukan, dalam sambutan pertamanya Bandi menyampaikan harapan untuk saling mendukung, bersatu, kepedulian, kompetensi, terpercaya, membawa organisasi FPRB Desa Karangtengah menuju harapan kita semua, dan menerima nasehat dari berbagai pihak.

Sambutan 3/6/16 dari Parjono sebagai Babinsa Imogiri dan Pelindung FPRB Desa Karangtengah menyampaikan bahwa pihak koramil sangat mendukung yang sudah sampaikan Dan Ramil, Komunikasi melalui radio komunikasi HT sangat penting dan perlunya sinergisitas dengan pihak terkait seperti BPBD. Sambutan setalah Babinsa dilanjutkan Sugito selaku Lurah Desa Karangtengah berharap FPRB Desa Karangtengah adalah forum yang bermanfaat oleh Desa, FPRB merupakan pengurangan atau penyikapan kebencanaan sejak dini, dan siap siaga.

Disela giat kerjabakti Minggu, 25/9/16 wawancara dengan Jumadi sebagai anggota pengurus FPRB Desa Karangtengah menyampaikan bahwa FPRB Desa Karangtengah juga bersiap bersinergi untuk memakmurkan wilayah kawasan Bukit Hijau Karangtengah. Pentingnya antusias dan persiapan persiapan SDM dan kebersamaan FPRB Desa Karangtengah untuk saling menjalin relasi dengan pihak terkait dengan cara mengunggulkan kemampuan yang berkualitas dan berkompetensi, kedepannya bisa terwujud area tebing sutra alam menjadi kawasan wisata FPRB Desa Karangtengah diharapkan berpeluang untuk berperan serta dalam hal kemandirian ekonomi organisasi dilain anggaran dana desa. FPRB Desa Karangtengah membutuhkan tempat untuk ngetem terkait kegiatan sosial, dan juga punya pos yang diadakan di wilayah karangtengah bagian atas. Pemuda-pemudi Mojolegi, Karangrejek maupun diusahakan semuanya bisa bersinergi untuk kegiatan unit di tebing sutra alam bukit hijau karangtengah.

“Mencari sumber dana untuk pengaplikasian dilapangan dituntut mandiri dan harap dengan bijak, teman-teman FPRB Desa Karangtengah mari bersama bergandeng tangan berat sama dipikul, ringan sama kita jinjing, duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, sukses! Sukses! Untuk Desa Karangtengah, apabila kita bersatu padu dengan masyarakat ataupun mau menerima kritik dari berbagai unsur dan berbagai pihak karena apa? Pelayanan kita meraih kesuksesan dari segala bidang, mari kita bersama-sama maju serentak berkibar dengan merah putih keberanian dan kesucian dengan harapan bisa terwujud impian kita bersama” Ujar Jumadi anggota pengurus FPRB Desa Karangtengah bagian Humas. (Muslim Atmaja) 

Rabu, 21 September 2016

ARTIKEL MANGKUPRABA II

Ikatan Sarjana - Mahasiswa Numpukan | ISMN
Slogan : Dari I.S.M.N untuk Bangsa

Logo :


Visi I.S.M.N :

Membingkai Kaum Intelektual Numpukan dalam mengaplikasikan Nila-nilai perkembangan ilmu pengetahuan baru terhadap Bangsa dan Negara yang mengedepankan rasionalitas dan pemikiran kontemporer yang menghargai serta menerima pemahaman tradisi lama sepanjang memberikan kemaslahatan, manfaat dan kesejahteraan anggota, kelompok, lembaga dan masyarakat.


Misi I.S.M.N :

1. Berperan sebagai kaderisasi melalui upaya pemberdayaan penguatan kapasitas, mengakui dan menghargai potensi, memberikan tantangan perubahan, penguatan hubungan emosional dan kelembagaan, menumbuhkan sense bergabung dengan I.S.M.N adalah kebutuhan.

2. Memberikan solusi terhadap masalah dengan jaminan dinamisasi aktivitas pergerakan anggota, mewadahi pergulatan pemikiran disiplin ilmu maupun kontemporer, mengusung agenda perubahan, responsif terhadap poblematika Bangsa dan Negara, memberikan kontribusi nyata pada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.