Jatuh Cintanya dengan Bangunnya Sibetina
Oleh : Muslim
Fidia Atmaja | 25 Oktober
2015
Raunganmu begitu lucu
Pandanganmu begitu sesat
Namun sikapmu begitu kejam
Pancinganmu bagaikan kambang emas
Sedotanmu bagaikan selang memabukkan
Namun sikapmu begitu kejam
Bajumu bagaikan ustadzah
Namun sikapmu begitu kejam
Mengira kau jatuh padaku
Aku bangun menangkapmu
Namun sikapmu begitukejam
Disini akhlak hati kuterpancing
Disini aku harus bersikap sabar
Mengaharap kau sibetina tangguh
Menggarap tanamanku menjadi orang besar
Yakin kita menggarap sawah-sawah
Ladang ladang dan ladang
Mengantarkan kebesaran mimpi yang pernah teringinkan
Dari persepsi nakalmu padaku
Dan nakalku oleh nakalmu padamu
Cinta suci dari perhelatan akbar
Nusantarakan Perdamaian



