Partner office

Sabtu, 27 Agustus 2016

PUISI MANGKUPRABA IV

Jatuh Cintanya dengan Bangunnya Sibetina
Oleh : Muslim Fidia Atmaja | 25 Oktober 2015

mangkupraba numpukan karangtengah imogiri bantul

Raunganmu begitu lucu
Pandanganmu begitu sesat
Namun sikapmu begitu kejam
Pancinganmu bagaikan kambang emas
Sedotanmu bagaikan selang memabukkan
Namun sikapmu begitu kejam
Sepatumu bagaikan badut
Bajumu bagaikan ustadzah
Namun sikapmu begitu kejam
Mengira kau jatuh padaku
Aku bangun menangkapmu
Namun sikapmu begitukejam

Disini akhlak hati kuterpancing
Disini aku harus bersikap sabar
Mengaharap kau sibetina tangguh
Menggarap tanamanku menjadi orang besar
Yakin kita menggarap sawah-sawah
Ladang ladang dan ladang
Mengantarkan kebesaran mimpi yang pernah teringinkan
Dari persepsi nakalmu padaku
Dan nakalku oleh nakalmu padamu
Cinta suci dari perhelatan akbar

Nusantarakan Perdamaian

Jumat, 26 Agustus 2016

PUISI MANGKUPRABA III

Bagai Rindu di Telaga Cinta
Oleh : Muslim Fidia Atmaja | 25 Oktober 2015


Keindahan itu bagai angan yang menusuk jantung
Sesaat yang lalu bagai tusukan arang membara
Tusukan nikmat meminum tagih masadepan
Dahaga sesaat mengenyang kan isi otak
Melaparkan hati dan haus mebius dahaga

Janji ini harus terkabul
Ambisiusitas yang meraja di pelukmata
Mata keranjang oleh kejayaan
Kejayaan yang merintih pertolongan
Janji ini untuk masa depan

Esok esok esok dan esoknya
Saya tagih dengan mendatanginya
Kalau perlu saya seret saya hajar
Tak bias saya sebagai ayahnya
Nanti anakku kelak menjadi orang yang besar

Doa sebagai ayah dalam angan
Ibu saya tunggu dengan itu atau kamu yang saya tunjuk
Sebagai madrasah dengan keilmuanmu sebagai mamah
Mamah bagiku mamah bagi anak kita dan simbok dari permata hati

Doa ini dengan keharmonisan ikhlas tak ketulungan membara

PUISI MANGKUPRABA II

Gerak Bergerak Pergerakan
Oleh : Muslim Fidia Atmaja | 25 Oktober 2015

mangkupraba numpukan karangtengah imogiri bantul

Gerak dari geraknya seorang yang tak bergerak
Tak sampai hakikat pergerakan sang surya
Surya bergerak menggerakkan alam jagat
Bagian dari sedikit pergerakan dunia

Kekuatan tak tampak pada orang yang tak kuat
Remuknya rasa ini keindahan bersastra yang abstrak
Memar dalam angan yang ingin sampai
Reguhnya mahar kekuatan jiwa
Menuntun dalam perjuangan kesejatian rimbun
Keikhlasan membara tergiring oleh kesesatan suci

Memanjakan suasana kegelisahan
Mengobarkan kekuatan korban keserakahan suci
Walau tak tampak nikmat dihadapan
Hanya menyadong keridhoanNya
Hanya menangis menjerit bila tersentuh
Semoga pangeran mengilhami dengan dahsyatnya
Demi hari esok yang lebih indah

PUISI MANGKUPRABA

Hingar Bingar Hambar Kegemaran
Oleh : Muslim Fidia Atmaja | 25 Oktober 2015

mangkupraba numpukan karangtengah imogiri bantul

Secolek kata terbantahkan oleh suasana
Bagai ketek tergeletak dijalanan
Aku merenggut kekosongan tak berdasar
Aliran darahku meracuniku
Daya anggun merenggut nyawaku

Tak berdosa dibuat olehku
Tutur kata lembutku mulai hilang
Cumbui jiwa yang hilang
Meratap keadaan yang tak pasti
Mendapat nikmat hilang sekejap

Merela bersusah tak berharga kusuka
Menjejak kesadaran intuisi
Mengisi hari dengan kekosongan berharga
Tak ada hari yang tak lambat Lambat berangkat mengelak
Hariku akan lebih berarti ketika ada makna

Sabar-sabar dari kehambaran
Hambar menggelegar tak ada usaha
Doa ikhtiar mendengar suara tuhan
Hidup peribadahan yang termakna sebelum mati
Salam ilmiahi karena tuhan untuk falsafah