Partner office

Jumat, 26 Agustus 2016

PUISI MANGKUPRABA III

Bagai Rindu di Telaga Cinta
Oleh : Muslim Fidia Atmaja | 25 Oktober 2015


Keindahan itu bagai angan yang menusuk jantung
Sesaat yang lalu bagai tusukan arang membara
Tusukan nikmat meminum tagih masadepan
Dahaga sesaat mengenyang kan isi otak
Melaparkan hati dan haus mebius dahaga

Janji ini harus terkabul
Ambisiusitas yang meraja di pelukmata
Mata keranjang oleh kejayaan
Kejayaan yang merintih pertolongan
Janji ini untuk masa depan

Esok esok esok dan esoknya
Saya tagih dengan mendatanginya
Kalau perlu saya seret saya hajar
Tak bias saya sebagai ayahnya
Nanti anakku kelak menjadi orang yang besar

Doa sebagai ayah dalam angan
Ibu saya tunggu dengan itu atau kamu yang saya tunjuk
Sebagai madrasah dengan keilmuanmu sebagai mamah
Mamah bagiku mamah bagi anak kita dan simbok dari permata hati

Doa ini dengan keharmonisan ikhlas tak ketulungan membara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar