Bagai Rindu di Telaga Cinta
Oleh : Muslim
Fidia Atmaja | 25 Oktober 2015
Keindahan itu bagai angan yang menusuk jantung
Sesaat yang
lalu bagai tusukan arang membara
Tusukan nikmat meminum tagih masadepan
Dahaga sesaat mengenyang kan isi otak
Melaparkan hati dan haus mebius dahaga
Janji ini harus terkabul
Ambisiusitas
yang meraja di pelukmata
Mata
keranjang oleh kejayaan
Kejayaan yang
merintih pertolongan
Janji ini untuk masa depan
Esok esok esok dan esoknya
Saya tagih dengan mendatanginya
Kalau perlu saya seret saya hajar
Tak bias saya sebagai ayahnya
Nanti anakku kelak menjadi orang yang besar
Doa sebagai ayah dalam angan
Ibu saya tunggu dengan itu atau kamu yang saya tunjuk
Sebagai
madrasah dengan keilmuanmu sebagai mamah
Mamah bagiku mamah bagi anak kita dan simbok dari permata hati
Doa ini dengan keharmonisan ikhlas tak ketulungan membara

Tidak ada komentar:
Posting Komentar